AKSARAKU DIKELAM JINGGA

AKSARAKU DIKELAM JINGGA

Luka ini tertancap begitu dalam
Nampaknya Susah sembuh diantara malam
Terlalu tergores di hati terdalam
Terjarah sepi kemudian tenggelam

Membisu menatap hari semakin temaram
Jingga bergeser memeluk malam
Masih saja terus menjarah wahai kelam
Tak kusangka malampun menjadi kejam

Hanya bisa menuliskan beberapa aksara
Menggumpal hingga enggan menyapa
Tentang luka, kehancuran, dan airmata
Diseberang malam kelak kau akan merasa

Langit kulihat kilat menegas di balik awan
menyerupai sosok harimau yang mengancam
Terbingkai samar antara doa, dendam dan luka yang dalam

Namun senja tak pernah mengingkari
kesepakatan pergi
Akupun tak ingin berlari lagi