KEPADA BANGUNAN TUA YANG SELALU ADA DIKEPALAKU

Berada jauh dari rumahku. Bekerja di negara berbeda. Jarak yang kini membentang jelas tak bisa dijangkau dalam sekejap mata. Demi bisa pulang ke rumah, aku harus berkompromi dengan schedule pekerjaanku dan yang lebih penting yakni isi kocekku 😆.

Akan tetapi perihal menunggu sambil merindu adalah momen yang paling kusukai , karena ketika kelak rindu itu dituntaskan, bahagia yang aku rasakan tak lagi bisa diungkapkan. Ah aku benar-benar rindu rumahku saat ini.

Suasana rumah sungguh bikin rindu, bagaimana tidak kenangan bersama Ayah dan Ibuku, Nenek dan keluargaku, terlebih dengan kedua kakakku yang walau dulu kita sering berkelahi atas hal-hal sepele, rupanya moment itulah yang aku rindukan saat ini. Aw I miss you so much 😭😭.


Rumahku adalah tempatku belajar sebelum keluar dan menjejak dunia yang sebenarnya ini. Aku mendapatkan pengajaran agama dan cara bersikap, yah rumahku menjadi saksi bisu pertumbuhanku sebagai seorang individu. Hidup sendiri di perantauan membuatku sadar rumahku akan tetap terasa jauh lebih hangat dari kesendirianku di tanah orang.

Berat rasanya meninggalkan rumah dan segala kenangannya. Tapi atas nama mimpi dan cita-cita, langkah kakiku harus mantap dan penuh rasa percaya.

Aku akan kembali mengunjungi bangunan yang menjadi saksi pertumbuhanku ini, aku akan kembali menuntaskan rindu yang tak berjeda ini. Ku akan kembali menapaki papan dan dinding tuanya sembari mengingat kehangatan yang pernah kudapatkan.
Aku akan kembali dengan cerita-cerita hidupku pasca berpisah dengan bangunan tua ini, pasti.