SURAT UNTUK PEMILIK CERITA ASING YANG TAK ASING.

Hi kamu yang asing namun tak asing. Ah sudahlah, nampaknya pikiran dan hati ini lagi-lagi sulit seirama. Asing karena dia begitu sakit dan meninggalkan luka, tak asing sebab ia meninggalkan jejak-jejak cerita yang tak ingin diasingkan. Berserakan begitu saja, dimusnahkanpun begitu susah, yah sesulit itukan diurai hati ini atas cerita asing yang bahkan tak ingin kudengar.

Jejak cerita pilu yang menjadi pelajaran.
pelajaran apa? Tentang diri sendiri yang kembali setelah tersesat? Ataukah tentang pelukan sahabat-sahabat yang sudah lama aku acuhkan hangatnya? Yah aku memilih dingin dan menggigil saat itu.

Hmhmhm nampaknya belum asing, terasa sekali jejak-jejak hati itu. Aroma bau busuk mayat-mayat masa lalu yang berserakan disegala organ tubuh ini, dimulai berjalan dari hati hingga berserakan diusus dan lambungku. Kenapa tak kukaparkan saja ia?

Sudahlah reni, nampaknya tak semudah itu.