HEMPASKAN SIFAT NGK ENAKAN DAN BERANI KATAKAN "TIDAK".

Kapan nih kalian terakhir mengiyakan ajakan teman padahal kalian tidak srek? Segitu bersalahnyakah kalian untuk mengatakan "Tidak"? Tenang, kamu tidak sendiri kok, banyak manusia di luar sana yang bernasib serupa, termasuk aku. Tapi itu dulu dong, sekarang aku mulai nyaman katakan "Tidak" untuk hal-hal yang tidak ingin aku lakukan.
Semua orang pasti pernah berada disituasi serba tidak enakan atau sungkan terhadap orang lain atau hal-hal sepele lainnya yang serba diiyakan. Kehidupan sosial menuntut kita untuk selalu mementingkan kelompok dibandingkan kepentingan pribadi, padahal kita belum tentu srek untuk mengiyakan kepentingan tersebut, lagi dan lagi rasa tidak enakan, rasa takut menerima penolakan dilingkungan sosial jika tidak mengiyakan, ah berasa tuntutan tersebut memaksa segala aktivitas lebih baik dilakukan bersama-sama dibandingkan dilakukan sendiri, padahal tidak semua hal mesti diiyakan apalagi tidak ada feedback untuk diri kita pribadi, sepertinya budaya "menolak ajakan" dan memilih sendiri itu bisa menjadi stigma yang negatif di masyarakat huft.

Susan Newman, seorang psikolog sosial menjelaskan dalam buku beliau yang berjudul "THE BOOK OF NO" bahwa kita sering kali menyamakan sikap sopan dengan berkata “iya” pada segala hal. Akhirnya, kita berpikir bahwa perkataan “tidak” terlalu kasar atau terlihat sebagai penghinaan terhadap yang bertanya. Pola pikir ini membuat kita semakin takut menolak karena dianggap kurang peduli. Aku saranin kalian yang punya rasa tidak enakan mengatakan "tidak" atas ajakan harus baca buku beliau, keren parah sih.

Lantas, sampai kapan kita akan membiasakan untuk berkata “ya” pada setiap hal dan mengesampingkan waktu pribadi kita? Lalu bagaimana caranya berkata "Tidak"? Well, sebelum aku jawab berdasarkan pengalaman pribadiku. Aku mau kasih beberapa quotes yang mungkin bisa membuat kalian berfikir segitu pentingnya buat kita mengatakan  "iya" atau "tidak" terhadap diri kita sendiri terlebih dahulu sebelum memutuskan ke orang lain.

When you say ‘Yes’ to others, make sure you are not saying ‘No’ to yourself.” ~ Paulo Coelho

“Live your life for you not for anyone else. Don’t let the fear of being judged, rejected or disliked stop you from being yourself.” ~ Sonya Parker

Nah bagi kalian yang tingkat ngk enakannya super tinggi hehe, kalian bisa mulai mengatakan tidak dari hal-hal kecil dulu. Menurut psikolog Felicia Maukar mengatakan ada baiknya kamu belajar melakukan penolakan terhadap hal-hal sepele atau hal-hal kecil terlebih dahulu.

"Tipsnya adalah mulai ngomong "Tidak". Itu langkah pertama, berat memang. Kemudian bayangkan setelah itu tolak hal-hal yang kecil. Setelah itu, negosiasi, bukan berkata "tidak", tapi berkata 'tidak' dengan hal yang lain". Jika sudah berhasil, nah kalian cobalah lakukan pada hal yang agak besar, misalnya dengan menolak membantu tapi tetap dibarengi dengan negosiasi agar tidak terlihat menolak secara tidak langsung.

Berikut beberapa tips yang bisa aku share ke kalian berdasarkan pengalaman pribadiku

1. HARUS MEMBERANIKAN DIRI

Sebelum mengikuti tips-tips yang lainnya, hal pertama ialah harus berani donk. Katakan pada diri sendiri bahwa dengan berkata tidak bukanlah suatu kejahatan. Untuk mengatakan “tidak” adalah dengan menjelaskan secara tenang tapi jangan juga berlebihan. Kita tidak harus memberi tahu seluruh alasan mengapa kita tidak bisa melakukan sesuatu. Itu hanya akan membuat kita terkesan mencari-cari banyak alasan. Setiap orang memiliki hak untuk meminta bantuan atau hal untuk mengajak kita, begitu juga dengan kita yang juga memiliki hak untuk mengatakan “tidak”. Sesederhana itu. Jadi harus beranikan diri, sebab jika ingin membahagiakan orang lain, pastikan  kita bahagia terlebih dahulu agar segala sesuatu berjalan dengan indah tanpa ada rasa paksaan atau tidak enakan.

2. JANGAN LANGGAR KOMITMEN SENDIRI

Komitmen yang aku maksud adalah komitmen-komitmen yang sudah kita buat untuk diri kita sendiri, misalnya kita sudah berkomitmen untuk berolahraga setiap jam 5 sore, atau tidak akan telat tidur demi pola hidup sehat. Nah jangan karena ajakan teman yang tidak penting-penting amat membuat kita melanggar komitmen kita sendiri. Mereka yang sepanjang waktu memaksa kita untuk berkata iya demi kepentingan mereka, jelas mereka bukannlah teman yang baik. Oleh karena itu, kita tidak perlu melanggar komitmen kita, agar sesuatu tidak ada tumpang tindih dalam kegiatan yang kita jalani.

3. SIAPKAN KATA "TIDAK" DENGAN TENANG

Nah, terkadang akan ada ajakan dadakan, misalnya teman secara tiba-tiba ngajakin ngopi padahal kita sedang sibuk, disituasi dadakan seperti ini usahakan tenang dan katakan "Tidak" jika memang kita tidak bisa dan sedang sibuk. Kita harus selalu siap dengan kata "Tidak" disegala situasi, tapi usahakan harus dilontarkan dengan tenang dan jelaskan alasan kita menolak, sebab teman yang baik akan mengerti kita, sebaliknya mereka yang ngeyel bukanlah teman yang baik.

4. JANGAN PANDANG SEMUA HAL ITU BERDASAR NIAT BAIK

Selalu berifikit poaitif sah-sah saja, namun kita juga harus cermat memandang segala hal dan situasi sehingga kita bisa menentukan sikap yang akan kita lakukan, Mereka yang sepanjang waktu memaksa kita untuk berkata "ya" bukanlah sosok yang tepat untuk kita bantu keinginannya. Karena jika mereka memang perlu untuk kita bantu maka mereka juga harus menghargai segala keputusan kita dan kita semua pasti pernah merasakan hanya dimanfaatkan dan akhirnya menyisakan penyesalan dan amarah. Apalagi yang sebelumnya sering dimanfaatkan, sekarang lebih berhati-hati.

5. PRIORITASKAN DIRI TERLEBIH DAHULU

Penting rasanya memprioritaskan hal-hal terpenting dalam hidup kita, seperti pekerjaan, kesehatan, dan keluarga, contoh selalu memenuhi permintaan orang bisa berdampak pada kualitas pekerjaan diri kita sendiri, lho! Itu karena pembagian waktu yang tidak seimbang dan kita kesulitan memanage waktu kita dan kika terus-menerus tidak maksimal dalam suatu pekerjaan, kita akan dicap sebagai orang yang tidak konsisten dan kompeten. Yakin mau dicap seperti ini demi memenuhi kepentingan orang lain? Aku sih ogah.


_

Nah Jangan sampai demi memenuhi semua permintaan, kita mengabaikan pekerjaan, waktu istirahat, waktu kita bersama keluarga dan yang terpenting adalah "me time" kita sendiri. Jangan paksakan tubuh kita menjalani aktivitas yang tidak benar-benar kita nikmati. Buat diri kita sebagai prioritas terlebih dahulu sebab diri kita juga butuh kata "Terpenuhi dan Cukup".