Fort Canning Park, Wisata Anti Mainstream di Singapura


Bagi kalian yang ingin berwisata ke Singapura, ada banyak tempat wisata yang selain anti mainstream juga gratis loh 🥰, salah satunya adalah Fort Canning Park. Tempat ini merupakan sebuah bukit di sebelah tenggara Singapura. Nah tempat ini bukan hanya sekedar bukit biasa melainkan merupakan tempat yang sangat penuh akan nilai historis dan budayanya.

Tempat ini tidak jauh dari Orchard Road dan National Museum of Singapore, area taman ini seluas 18 hektar. Samgking luasnya, saya belum sempat mengelilingi semua tempat ini, taman ini dihiasi dengan pepohonan dan tanaman hijau, kita akan mendapatkan atmosfer teduh yang kontras dengan hiruk pikuk kota, pokoknya sejuk banget deh pokoknya.

Tempat ini instagramable banget loh, anti mainstream pokoknya, Fort canning park adalah tempat yang paling cocok buat kalian pecinta fotografi, banyak spot-spot kece disini. Gambar dapat berbicara lebih dari seribu kata. Nah sebab itu oleh mengabadikan momen melalui foto membuat perjalanan kita memiliki lebih banyak cerita. 

Fort Canning Park merupakan salah satu spot foto menarik yang melimpah, baik untuk mempercantik feed Instagram atau dicetak dalam lembar-lembar polaroid yang artistik. Berikut ini adalah beberapa foto yang terekam oleh kamera ponselku saat ke Fort Canning Park beberapa waktu kemarin.









Rute menuju Fort Canning Park


Bagi kalian yang ingin berwisata ke tempat ini dengan menghemat Budget, kalian bisa menggunakan transportasi MRT (jauh banget murahnya dibanding Taxi), tenang aja sebab tidak susah kok untuk menemukan tempat wisata ini. Berikut ini adalah rute menuju Fort Canning park: 


  • Stasiun Fort Canning (Exit B), Stasiun Clarke Quay (Exit E), atau bisa juga di Stasiun Dhoby Ghaut (Exit B).
  • Stasiun Fort Canning Park, keluarlah lewat Exit B, kemudian belok kiri menuju Jubilee Park.
  • Stasiun Clarke Quay. keluarlah lewat Exit E, terus belok ke kiri ke Jembatan Coleman. Ambil kiri di ujung Jembatan Coleman ,kemudian melewati jembatan pejalan kaki sekitar 100 meter dari River Valley Road. 

  • Stasiun Dhoby Ghaut, keluarlah lewat Exit B lalu sebrangi jalan Penang Road. Belok ke kiri dan amati terowongan yang mengarah ke Fort Canning Park.

karena kemarin saya memulai perjalanan dari Woodland, jadi lebih mudah jika saya turun di Stasiun Dhoby Ghaut, jalan ngk lama kok dari stasiunya ke Fort Canning Park









Yuk Gali Sejarahnya

Fort Canning Park memiliki jejak sejarah bahkan sebelum lahirnya Singapura. Wilayah yang dulu dinamakan Bukit Larangan ini dipercaya menjadi makam raja-raja Melayu, dan jauh setelahnya para tentara Inggris membangun benteng yang beberapa di antaranya berdiri sampai sekarang, salah satunya adalah Fort Gate.




Bukit di pusat kota Singapura ini merupakan saksi sejarah di era Perang Dunia II. Nah dari beberapa sumber yang saya baca, Fort Canning Park ini merupakan benteng yang digunakan tentara Inggris untuk berperang. Tak mengherankan, banyak terdapat tempat-tempat khas jaman peperangan di bukit ini. Orang Melayu yang merupakan salah satu etnis utama di Singapura menyebut bukit ini dengan Bukit Larangan atau Forbidden Hill. Mereka percaya bahwa bukit ini merupakan tempat dimana raja-raja Singapura kuno disemayamkan sehingga lokasi ini berhantu. Beberapa orang lainnya memercayai bahwa lokasi Fort Canning Park dulunya merupakan kawasan sebuah istana, hmhmh bener juga sih sebab bentuk bangunannya persis seperti istana.

Nah, waktu  Perang Dunia II, ditempat ini juga pernah dibangun benteng dan bunker, kedalaman bunkernya hingga 9 meter dibawah tanah difungsikan sebagai pusat komando bagi tentara Inggris yang disebut Battlebox . Tempat perlindungan tersebut dibangun sekitar tahun 1930'an oleh Komando Malaya. Kenapa disebut tempat bersejarah? karena tempat ini telah berjasa menjadi markas bagi para tentara yang berjuang melindungi Singapura pada saat Perang Dunia II




Tempat ini memang menyajikan historical dan terlepas dari kepercayaan yang melekat pada Fort Canning Park, area seluas 18 hektar ini kini menjdi objek wisata bagi para pengagum sejarah, nah bagi kalian yang suka sejarah pastinya dong akan menikmati berkunjung ke tempat ini, mengambil foto bertema sisa peninggalan Perang Dunia II.