Titik Tertinggi Tanah Celebes

Gunung Latimojong merupakan gunung tertinggi di Pulau Sulawesi yang juga masuk dalam deretan 7 summit Indonesia dan merupakan gunung non-vulcanologi.


Titik tertinggi tanah Celebes 3478 Mdpl

Nah, sebelum lanjut keceritaku, aku mau infoin ke kalian kalau Gunung Latimojong memiliki banyak puncak yaitu, Puncak Sikolong, Buntu Sinaji, Bajaja, Nenemori, Latimojong, dan Rante Kambola. Namun terdapat puncak yang paling tinggi berada di 3.478 mdpl yang dikenal dengan sebutan Rante Mario. Pegunungan Latimojong ini adalah gunung tertinggi yang terletak di Sulawesi tepatnya berada di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.


Gunung Latimojong terletak diempat Kabupaten yakni di Enrenkang, Tana Toraja, Sidenreng Rapang, dan Kabupaten Luwu menjadikan Gunung Latimojong memiliki tiga jalur pendakian yakni via kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Via kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang dan Via Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu. 


Nah ngomongin jalur, pastinya jalur pendakian via dusun karangan, Kabupaten Enrekang ini, jadi favorite para pendaki dan rute pendakian ini sangat terkenal, dan akupun waktu itu memakai rute ini sebagai jalur pendakianku ke Rante Mario.


Kalau ngomongin mendaki gunung, sebenarnya sih saya bukan tipe pendaki yang terlalu punya ambisi besar kayak harus mendaki gunung apalah-apalah di tahun apalah-apalah. yah mendaki gunung as simply as, ya udah manjat yuk, cus karena diajakin temen atau karena emang udah gatel banget hahaha, dan ternyata tanpa saya sadari, ternyata saya juga jadi ikut keracun sama 7 Summit Indonesia. Pendakian ke Gunung Latimojong (di tahun 2015 yang lalu) ini pun ternyata merupakan pendakian 7 Summit Indonesia keduaku.


April 2015, saya dan sahabat saya cumi memutuskan untuk berangkat ke latimojong dengan rencana dadakam dan pastinya duit yang pas-pasan haha. Tapi karena saya dan cumi sudah terbiasa berpergian bareng jadi yah saya merasa aman-aman saja, sebab saya yakin setiap ada kendala, bersamanya saya akan temukan solusi. Singkatnya dengan penuh pertimbangan yang sangat matang, kami memutuskan untuk berangkat ke Makassar dibawah naungan Bendera Mapala UMM tercinta ❤️.



Bandara International Lombok



Setiba di Makassar, kami dijemput oleh teman-teman dari Pahala Unismuh Makassar, saya sangat berterima kasih sebesar-besarnya sebab kami bagaikan  tuan putri diperlakukan disana, diajakin jalan, makan gratis, dan kebaikan lainnya, yah kami menghabiskan seminggu di Sekret teman-teman Pahala Unismuh barulah kami berangkat mendaki. Yah sembari mempersiapkan alat dan logistik pendakian, kamipun melakukan plesiran di Kota Makassar, ohya pendakian kali ini kami diantar oleh Bang Pari dan Tomket. Rute yang akan kami pakai sebagai jalur pendakian kami yah via Dusun Karangan, kabupaten Enrekang. 







Beberapa Foto bersama saudaraku Pahala Unismuh



Yah akhirnya petualangan kamipun dimulai, dengan menempuh kurang lebih sepuluh jam, mulai dari yang bisa tidur, ngk bisa tidur, ileran, pantat pegal, kejendot dll, akhirnya sampai juga di Baraka, jadi dari Baraka menuju Karangan perlu ganti kendaraaan, tapi kami memutuskan menginap semalam di Baraka sebelum menuju Dusun Karangan (Desa terakhir), yah lagi-lagi kami beruntung dapat tempat menginap dan makan gratis dari salah satu keluarga saudara kami di Pahala Unismuh, nahkan jadi mewek aku nulisnya huft, abisan rindu semuanya. Keesokan harinya lagi dan lagi kami beruntung sebab kami dapat tumpangan gratis dari kelompok pendaki dari jakarta duh beruntung banget yah kami ini.



Desa Baraka


Perjalanan dari Desa Baraka menuju Karangan memakan waktu kurang lebih 2 jam 30 menit. Sedang tidak mau membahas jalanannya haha, yang jelas pemandangannya yang super indah membuat hati kami bahagia sepanjang perjalanan. Hijaunya ladang dan suara burung yang terkadang terdengar menemani dan memberi warna pada perjalan kami mulai Baraka hingga ke Karangan. 



Dusun Karangan

Yah kamipun tiba di Dusun Karangan, dan menumpang nginap semalam disalah satu rumah warga yang baik sekali hatinya, saya doakan sehat selalu yah bapak dan sekeluarga. Kamipun kembali mengecek alat dan logistik kami, memastikan semua yang kami persiapkan tersusun rapi dalam Kulkas (carrier) haha.



PENDAKIAN 


BASECAMP - POS 1


Perjalanan kami dari Dusun karangan menuju Pos 1 kurang lebih memakan waktu 1 jam 30 menit dengan tempo perjalanan yang normal. Pos 1 atau yang dinamai Buntu Kaciling, berada di ketinggian 1.800 mdpl. kami melewati ladang-ladang warga yang umumnya ditanami Kopi. Sepanjang perjalanan dari Desa Karangan ke Pos 1, kami melewati beberapa aliran air dari mata air pegunungan yang membasahi jalan.  Pohon-pohon besar hanya terlihat di kejauhan dan track pendakiannya pun belum begitu terjal, landai landai cantik nan berkeringat haha. 






POS 1 - POS 2


Perjalanan dari Pos 1 ke Pos 2 memakan waktu kurang lebih 2 jam. Pos 2 atau dikenal dengan nama Goa Sarung Pakpak, berada di ketinggian 1.800 mdpl. Jika kalian mendengar suara aliran air tandanya kalian akan semakin dekat dengan Pos 2. Perjalanan menuju Pos 2 ini akan sedikit menanjak dan lebih banyak menurun karena Pos 2 ini letaknya berada di lembah. 





POS 2 - POS 3


Perjalanan ini ditempuh tidak lama, kurang lebih 1 jam, tapi eitsss jangan kira perjalanan menuju pos 3 ini akan berjalan dengan mudah. Meskipun jalur terpendek namun sudut elevasinya merupakan yang paling tinggi. Kemiringannya bisa mencapai kurang lebih 80º, nah nah siapin lututnya yah 😅, sebab kita dituntut untuk memiliki kaki dan tangan yang cukup kuat. Waktu itu kami hanya mengandalkam bantuan akar-akar pohon, sebagai sarana pegangan untuk bisa sampai ke atas, dan sepanjang jalan saya hanya bisa bernyanyi ala ala rap "Kera Sakti" hahaha. Ohya Pos 3 ini atau yang disebut Lantang Nase, berada di ketinggian 1.940 mdpl.






POS 3 - POS 4


Nah, disini sudut kemiringan dari rute pendakian Pos 3 menuju Pos 4 kini lebih mereda dibandingkan dari Pos 2 ke Pos 3, sedikit tidaknya lutut bisa amanlah haha, tapi meskipun begitu, jalur ini bisa dikatakan masih cukup terjal juga namun banyak bonus dong 😅. Lama perjalanan memakan waktu kurang lebih 1 jam saja, ohya Pos 4 atau yang dinamai Buntu Lebu, berada di ketinggian 2.140 mdpl, berupa area datar yang lebih lebar dibanding pos 3 tapi tidak ada sumber air, yah kami beristirahat disini makan cemilan sambilan foto-foto dengan kamera Hp 2 Mp, maklum saja kami ini pendaki kere haha. Papan hitam dengan tulisan “Pos 4” berwarna biru yang terpaku di badan sebuah pohon menjadi petunjuk keberadaan pos ini.




POS 4 - POS 5


Durasi perjalanan dari Pos 4 ke Pos 5 memakan waktu kurang lebih 2 jam. Setibanya di Pos 5, kami melihat tidak ada tenda di tempat ini padahal tempat ini adalah camping ground, yah kalah itu hanya ada tenda kami saja, keesokan harinya disusul tenda tenda pendaki yang berdatangan. Kalau ingin bermalam, memang pos 5 ini merupakan salah satu pos yang paling ideal untuk membuka tenda. Pos 5  atau dinamai Soloh Tama, berada di ketinggian 2.480 mdpl, di Pos ini terdapat mata air hanya saja lokasinya tidak terlalu dekat seperti yang ada di pos 2. Untuk mengambil air kita harus berjalan kurang lebih 10 menit lamanya. Kebetulan saat itu bang pari dan tomketlah yang pergi mengambil air, sebab saya dan cumi menyiapkan kebutuhan masak-masak dan makesure kalo keaadaan tenda kami rapi didalam hahaha. dihari kedua saya sempat ikut mengambil air duh  ternyata jauh juga lumayan berkeringat pas bagian pulangnya sebab nanjak hehe. 







POS 5 - POS 6

Perjalanan kali ini memakan waktu kurang lebih 1 jam 30 menit. Di pos 6 ini, kami sudah bisa melihat langit dengan bebasnya tanpa terhalang pohon pohon tinggi, banyak pohon atau tanaman yang dihinggapi oleh lumut di pos 6, ya saat itu kami memang sudah akan memasuki kawasan hutan lumut. Pos 6 ini atau dinamai Buntu Latimojong berada di ketinggian 2.690 mdpl. 









POS 6 - POS 7

Nah, perjalanan dari pos 6 ke pos 7 ini memakan waktu kurang lebih 2 jam, kami melewari hutan yang benar-benar hutan lumut, beberapa pohon batangpun diselimuti oleh lumut yang bentuknya menggendut menyerupai sarang lebah, ah saat itu kami berasa di cerita Alice in Wonderland haha. Pohonnya yang besar dan seringnya kabut yang menutupi puncak gunung ini membuat udara di sini menjadi cukup lembab, itulah alasan mengapa lumut tumbuh subur di sini. Dari atas pos ini kami sudah bisa melihat pegunungan Latimojong yang membentang dengan luas dari barat hingga ke timur. Pos 7 atau dinamai Kolong Buntu ini berada di ketinggian 3100 mdpl dan berupa area lapang di area terbuka. walaupun tanah lapang namun camp di pos7 rawan badai. Pemandangan di sekitar pos 7 berupa hamparan pegunungan Latimojong yang hijau.











POS 7 - PUNCAK RANTE MARIO


Pendakian kami menuju puncak ini cukup landai, hanya saja jalurnya cukup panjang, disuguhkan dengan  pemandangan “puncak di balik puncak” hahahah kukira sudah Rante Mario ternyata masih ada puncak yang lebih tinggi lagi. Puncak Rante Mario ditandai dengan batu berbentuk balok yang cukup besar yang diletakkan di atas batu tertinggi di Puncak Rante Mario 3478 MDPL Atap Sulawesi, titik tertinggi tanah Celebes.













Itulah sedikit gambaran bagaimana perjalanan kami amenggapai atap sulawesi. Semoga Informasi di atas tdapat membantu ya. yang ingin kesana tapi belum kesampaian tetap semangat bermimpi yah ❤️, Tuhan akan merangkul mimpi-mimpi kita hingga waktunya tiba kalian akan berdiri disana😘